Freelance Writer Buat Mahasiswa, Bisa Sambil Kuliah Nggak Sih? | Ruang Penulis
Karir

Freelance Writer Buat Mahasiswa, Bisa Sambil Kuliah Nggak Sih?

Mahasiswi duduk di kelas sambil menulis di laptop, menggambarkan freelance writer buat mahasiswa yang bisa dikerjakan di sela waktu kuliah
Freelance writer adalah profesi sampingan yang cocok untuk mahasiswa karena bisa dikerjakan di sela waktu kuliah. (Source: Pexels)

Freelance writer buat mahasiswa realistis dijalani sambil kuliah, asalkan kamu bisa mengatur waktu dan memilih proyek sesuai kapasitas. Sistem kerja berbasis proyek juga membuat pekerjaan ini lebih fleksibel dibanding pekerjaan kantoran.

Sebagai SEO content writer yang sudah menekuni dunia kepenulisan sejak 2018, saya melihat freelance writing bisa menjadi cara mahasiswa menambah penghasilan sekaligus membangun pengalaman kerja. Namun, tetap perlu strategi agar pekerjaan tidak mengganggu kuliah.

Apa itu Freelance Writer?

Freelance writer adalah sebuah profesi di mana seseorang menulis jenis konten untuk klien tanpa terikat sebagai karyawan tetap di satu perusahaan. Seorang freelance writer dapat menghasilkan beragam materi tulisan, mulai dari artikel untuk postingan website sampai penerbitan buku, sesuai dengan kebutuhan klien.

Berikut beberapa contoh jenis freelance writer yang bisa kamu mulai tekuni:

Jenis Freelance WriterLingkup Pekerjaan
SEO WriterMenulis artikel untuk blog personal atau website perusahaan agar muncul di search engine.
CopywriterMenulis kalimat persuasif untuk membujuk pembaca melakukan sesuatu, seperti membeli barang.
Technical WriterMenulis informasi faktual tentang sebuah layanan atau produk.
GhostwriterBiasanya dipekerjakan untuk membantu seorang penulis buku tanpa memunculkan namanya.
Script WriterMenulis untuk script video seperti YouTube atau podcast.

Menurut pendapat saya, menjadi freelance writer sangat cocok dijadikan pekerjaan sampingan di luar kuliah. Jika ditekuni dengan serius, profesi ini kelak bisa menjadi pekerjaan utama yang mendatangkan income cukup menggiurkan.

Mengapa Freelance Writer Cocok Untuk Mahasiswa?

Menurut data resmi dari U.S. Bureau of Labor Statistics, pada tahun 2024 terdapat 135.400 pekerjaan untuk writers and authors di Amerika Serikat, dengan median gaji tahunan mencapai USD72.270. Menariknya, disebutkan bahwa banyak dari profesi tersebut bersifat self-employed, artinya tidak terikat pada perusahaan mana pun dan dipekerjakan secara project-based — persis seperti pola kerja freelance writer.

Profesi freelance writer sangat cocok untuk para mahasiswa karena jam kerjanya yang cukup fleksibel, sehingga bisa diatur agar tidak bentrok dengan jadwal kuliah. Dalam riset yang dilakukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2021, tren gig ekonomi dalam bentuk pekerja lepas (freelance) mengalami peningkatan, khususnya di kalangan mahasiswa.

Motivasi terbesar mereka adalah untuk mendapatkan pemasukan uang. Selain itu, mereka juga ingin mendapatkan pengalaman kerja dan mempelajari hal baru sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.

<15 jam

Studi yang dirujuk National Center for Education Statistics (NCES) menemukan bahwa mahasiswa yang bekerja paruh waktu kurang dari 15 jam per minggu umumnya memiliki performa akademik setara, bahkan kadang lebih baik, dibanding mahasiswa yang sama sekali tidak bekerja. Artinya, kuncinya bukan “bekerja atau tidak”, tapi seberapa disiplin kamu mengatur porsi jam kerjanya. (Sumber: Educatly, mengutip riset NCES)

Pekerjaan freelance writing menjadi salah satu yang paling diminati mahasiswa karena fleksibilitas waktu yang dimiliki dan tidak memerlukan skill yang terlalu spesifik di awal. Kalau kamu ingin memahami gambaran karier menulis digital secara lebih luas sebelum memutuskan niche, simak juga cara menjadi digital writer dari nol dan tanpa pengalaman.

Cara Mengatur Waktu Antara Freelance dan Kuliah

Tujuan dari bekerja freelance adalah mendapatkan income tambahan sambil tetap mengerjakan tugas utama, yaitu kuliah. Bagaimana caranya agar kamu nggak merasa burnout atau keteteran mengatur waktunya? Berikut 10 cara yang bisa kamu terapkan:

  • 1
    Set Goal (Tujuan) Setiap MingguTentukan apa yang akan kamu lakukan selama satu minggu ke depan. Sisipkan waktu freelance di sela jam kuliah yang kosong. Menentukan tujuan yang akan kamu capai dalam satu minggu ke depan membuat kamu bisa lebih fokus dan terorganisir.
  • 2
    Gunakan “Time Blocking”Dedikasikan waktu tertentu untuk satu pekerjaan. Kalau mengerjakan tugas kuliah, jangan dicampur dengan tugas freelance. Time blocking memungkinkan waktu kamu jauh lebih efisien dan menghindari multitasking.
  • 3
    Pilih Tempat yang NyamanTidak perlu di cafe yang mahal, kamu bisa cari tempat nyaman seperti perpustakaan atau taman kampus. Suasana nyaman dan hening membantu kamu lebih fokus mengerjakan kegiatan menulis.
  • 4
    Gunakan Alat Bantu ProduktivitasAlat bantu seperti Google Calendar, Asana, atau Trello bisa membantu kamu menjadwalkan kegiatan dengan rapi. Ada fitur pengingat yang akan memperingatkan kamu kalau ada deadline tugas atau menulis.
  • 5
    Harus Siap Berkata “Tidak”Gangguan lain dalam menulis biasanya datang dari orang terdekat. Ajakan teman untuk ngopi, olahraga bareng, atau sekadar hangout sering menggoda. Beranilah untuk menolak kalau memang jadwal kamu sedang padat. Tetap tentukan waktu di weekend misalnya untuk bertemu teman dan healing bareng.
  • 6
    Gunakan Aturan 80/20Yaitu prinsip Pareto yang menyarankan kamu mengerjakan 20% tugas yang akan berdampak pada 80% penyelesaian tugas kamu hari itu. Untuk bekerja lebih efisien, kamu harus bisa mengidentifikasi 20% pekerjaan yang paling berdampak hari itu dan eliminasi tugas lain yang tidak perlu.
  • 7
    Delegasikan Tugas yang Tidak PentingJika ada teman kuliah yang bisa dimintai tolong untuk mengerjakan tugas tim, kamu bisa mendelegasikan tugas tersebut sementara kamu fokus mengerjakan tugas freelance yang sudah mendekati deadline.
  • 8
    Buatlah Rutinitas yang Masuk AkalWalaupun kamu harus berperan di dua peran berbeda yaitu mahasiswa dan freelancer, buatlah rutinitas harian yang seimbang. Tetap jadwalkan waktu istirahat supaya kamu nggak merasa burnout. Dengan istirahat yang cukup, kamu bisa kembali fokus dan produktif mengerjakan tugas.
  • 9
    Jaga Kesehatan Fisik dan MentalUsahakan untuk menyempatkan olahraga teratur walaupun cuma jalan kaki 30 menit, minimal seminggu 3 kali. Perhatikan asupan makanan yang bergizi. Jangan sampai jadwal yang ketat membuatmu lupa istirahat dan makan. Dengan fisik dan mental yang sehat, kamu akan selalu siap mengemban tanggung jawab sebagai mahasiswa dan freelancer.
  • 10
    Sisihkan Waktu Untuk Upgrade IlmuDunia freelancer berkembang sangat pesat terutama di bidang kepenulisan. Kalau kamu tidak memberi waktu untuk upgrade ilmu, kamu bisa ketinggalan. Sempatkan waktu belajar di sela kegiatanmu, bisa belajar gratisan lewat YouTube atau ikutan waiting list Digital Writer Career Program dari Ruang Penulis.
You can definitely make money writing doing this part-time. — Freelance Writer, Elna Chan

Jadi, nggak ada alasan untuk tidak mencoba, kan?

Kesalahan Freelance Writer yang Perlu Dihindari

Sebelum kamu terjun lebih jauh, ada baiknya kamu juga tahu kesalahan-kesalahan umum yang sering membuat mahasiswa gagal konsisten sebagai freelance writer:

  • Mengabaikan Brief dari KlienBrief atau arahan dari klien adalah kunci utama dari sebuah pesanan tulisan. Kalau kamu kurang memperhatikan brief dari klien, akan berakibat revisi yang terus-menerus. Perhatikan keyword apa yang digunakan, berapa jumlah kata, serta CTA (Call to Action) apa yang klien mau.
  • Mengambil Terlalu Banyak ProyekTerlalu banyak proyek yang diambil akan berakibat kamu kewalahan mengatur jadwal serta kualitas menulis pun bisa menurun. Ambillah pekerjaan yang masih bisa dikerjakan di sela kuliah. Ingat, tugas utama kamu adalah membanggakan orang tua dengan lulus kuliah tepat waktu.
  • Melewatkan Tenggat Waktu (Deadline)Sering melewatkan deadline akan berakibat menurunnya kepercayaan klien terhadap kredibilitas kamu. Manajemen waktu yang baik sangat diperlukan supaya deadline tetap terpenuhi, tugas kuliah pun nggak keteteran.
  • Mengabaikan Riset dan Akurasi InformasiSumber yang kredibel dalam satu artikel sangatlah penting, terutama jika kamu mengutip data statistik. Usahakan data tersebut diambil dari sumber yang terpercaya dan bukan website sembarangan. Pastikan juga data yang diambil relevan dengan topik yang sedang dibahas.
  • Tidak Berani Menetapkan HargaWalaupun pemula, seorang freelance writer tetap harus punya patokan harga. Buatlah riset kecil-kecilan dan carilah informasi dari platform menulis atau komunitas yang kamu ikuti. Jangan sampai kamu memasang tarif terlalu rendah karena pemula — banyak proses yang harus kamu lalui dalam menulis, dan itu patut dihargai.

Kesimpulan

Ternyata profesi freelance writer buat mahasiswa sambil kuliah bisa banget kok dijalani. Selama kamu bisa membagi waktu dengan baik, profesi ini bisa menjadi salah satu referensi yang bagus untuk kamu terjun ke dunia pekerjaan setelah lulus kuliah. Kalau kamu masih bingung bagaimana cara memulainya dari awal, kamu bisa baca artikel tentang Cara Jadi Content Writer Dari Nol.

Jangan lupa untuk terus upgrade skill menulis kamu supaya tetap relevan dengan dunia kepenulisan digital yang terus berkembang. Kamu bisa join waiting list-nya di Digital Writer Career Program dari Ruang Penulis. Jangan sampai ketinggalan, ya.

Digital Writer Career Program

Mau Jadi Freelance Writer Serius, Bukan Cuma Sampingan?

Kalau kamu mahasiswa yang serius mau membangun karier freelance writing dari sekarang, Digital Writer Career Program membimbing kamu dari fondasi menulis, SEO, sampai cara mendapatkan klien pertama — sambil tetap fokus kuliah.

Lihat Paket & Harga
Foto Tanti Rianti

Ditulis oleh

Tanti Rianti
SEO Content Writer

Tanti Rianti adalah SEO Content Writer sejak 2018. Pernah tergabung dalam agensi kepenulisan Saungwriter. Selain menulis artikel untuk website, saya juga aktif menulis di personal blog.

Scroll to Top