Content Writer Sambil Kerja Kantoran: Bisa? Ini Cara Mulainya | Ruang Penulis
Content Writing

5 Tips Jadi Content Writer Sambil Kerja Kantoran Tanpa Harus Resign

Karyawan kantoran mengetik di laptop sambil menikmati kopi, menggambarkan aktivitas content writer sambil kerja kantoran di sela waktu istirahat
Content writer sambil kerja kantoran bisa dimulai sebagai eksperimen kecil di sela waktu istirahat, bukan keputusan besar untuk langsung resign. (Source: Pexels)

Content writer sambil kerja kantoran bisa menjadi pilihan untuk kamu yang ingin punya penghasilan tambahan, mencoba jalur karier baru, atau sekadar menguji apakah dunia menulis digital memang cocok untukmu. Kamu tidak harus langsung resign, bekerja sampai tengah malam setiap hari, atau punya banyak klien untuk memulainya.

Justru, menjadi content writer sebagai pekerjaan sampingan bisa menjadi cara yang cukup realistis untuk menguji apakah kamu benar-benar menikmati pekerjaan menulis sebelum menjadikannya sebagai karier utama.

Kenapa Content Writer Sambil Kerja Kantoran Makin Diminati?

Menurut riset MBO Partners bertajuk 2024 State of Independence in America Report, lebih dari sepertiga (37%) pekerja dengan pekerjaan tetap ternyata juga menjalankan side gig secara independen, dan alasan utamanya adalah menambah penghasilan. Pola ini sejalan dengan tren content writer sambil kerja kantoran yang semakin umum ditemui, terutama karena sifat pekerjaannya yang berbasis proyek dan bisa dikerjakan dari mana saja.

37%

Riset 2024 State of Independence in America Report dari MBO Partners menemukan bahwa lebih dari sepertiga pekerja kantoran di Amerika Serikat juga menjalankan side gig independen, dengan alasan utama menambah penghasilan (42%).

Selain soal penghasilan tambahan, menulis lepas di luar jam kantor juga membuka ruang untuk belajar hal baru dan membangun portofolio yang bisa berguna untuk pengembangan karier jangka panjang, baik tetap di jalur kantoran maupun suatu saat beralih penuh waktu menjadi penulis lepas.

Kalau kamu ingin memahami dulu gambaran karier menulis digital secara lebih luas sebelum memutuskan mengambil proyek pertama, kamu bisa baca juga cara jadi content writer dari nol.

Menurut penelitian Harvard Business Review, pekerja yang menjalankan side hustle disarankan memilih jenis pekerjaan yang berbeda dari tugas utamanya di kantor, mengatur ritme kerja agar tidak kelelahan, dan tetap memperhatikan kebijakan perusahaan. — Diadaptasi dari riset “Make Your Side Hustle Work”, Harvard Business Review, 2020

5 Tips Jadi Content Writer Sambil Kerja Kantoran

Untuk membangun portofolio dan mempersiapkan diri mengambil proyek pertama, fokuslah dulu pada beberapa kemampuan fundamental berikut ini.

  • 1
    Cek Aturan Kantor Sebelum MulaiSebelum mencari proyek pertama, cek dulu aturan perusahaan tempat kamu bekerja. Jangan langsung berasumsi bahwa selama pekerjaan freelance dilakukan setelah jam kantor, semuanya otomatis aman. Setiap perusahaan bisa punya kebijakan berbeda soal aktivitas profesional karyawannya di luar pekerjaan utama. Buka kembali kontrak kerja, peraturan perusahaan, atau PKB yang berlaku di tempatmu bekerja.
  • 2
    Hitung Waktu yang Benar-Benar Kamu PunyaSetelah memastikan aturan perusahaan aman, hitung dulu waktu dan energi yang benar-benar kamu punya. Lakukan capacity audit selama satu hingga dua minggu dengan mencatat aktivitas harian untuk mengetahui berapa banyak waktu yang realistis bisa dialokasikan untuk menulis tanpa mengorbankan pekerjaan kantor maupun waktu istirahat.

    Riset Pencavel (2014) dari Stanford University dan IZA Institute of Labor Economics menemukan bahwa produktivitas per jam justru menurun tajam setelah seseorang bekerja lebih dari sekitar 50 jam seminggu. Artinya, menambah jam kerja lewat side hustle tanpa batas justru bisa membuat hasil kerja kantor maupun tulisanmu sama-sama menurun kualitasnya.

  • 3
    Kuasai Skill Dasar Content WriterKamu tidak perlu langsung menguasai semua hal tentang digital marketing untuk mulai menjadi content writer. Fokus dulu pada kemampuan dasar seperti menulis dan menyusun outline artikel, melakukan riset dan verifikasi informasi, memahami keyword dan search intent, mempelajari dasar SEO seperti H1-H3, internal link, meta title dan meta description, serta mengedit tulisan sendiri. Kalau bekerja dengan klien, biasakan juga membaca dan mengikuti brief agar tulisan yang dibuat tidak hanya enak dibaca, tetapi sesuai dengan kebutuhan pembaca dan tujuan proyek.
  • 4
    Cari Proyek yang Sesuai dengan KapasitasSetelah punya portofolio, mulai cari proyek lewat platform freelance, direct outreach, atau networking. Karena kamu masih bekerja kantoran, fokuslah pada proyek yang sesuai dengan kapasitasmu, mulai dari proyek kecil dengan deadline realistis, dan pilih pekerjaan yang relevan dengan niche atau positioning yang ingin kamu bangun.
  • 5
    Atur Deadline Sejak AwalSebelum menerima proyek, hitung waktu yang dibutuhkan untuk riset, menulis, editing, dan revisi, lalu sepakati deadline yang realistis dengan klien. Hindari menerima tenggat yang terlalu ketat hanya karena takut kehilangan proyek, dan sisakan waktu cadangan untuk pekerjaan kantor atau kendala lain agar kualitas tulisan tetap terjaga dan deadline dapat dipenuhi.

Kesalahan Content Writer Sambil Kerja Kantoran yang Perlu Dihindari

Sebelum terjun lebih jauh, ada baiknya kamu juga tahu kesalahan-kesalahan umum yang sering membuat karyawan kantoran gagal konsisten menjalani side hustle sebagai content writer.

  • ✕
    Tidak Mengecek Aturan Perusahaan Lebih DuluLangsung menerima proyek tanpa memeriksa kontrak kerja bisa berujung pada masalah ketenagakerjaan yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal.
  • ✕
    Mengambil Terlalu Banyak ProyekTerlalu banyak proyek akan membuatmu kewalahan mengatur jadwal, dan kualitas menulis maupun kinerja di kantor bisa sama-sama menurun.
  • ✕
    Mengabaikan Brief dari KlienKurang memperhatikan brief akan berakibat revisi terus-menerus. Perhatikan keyword, jumlah kata, serta CTA yang diminta klien.
  • ✕
    Melewatkan Tenggat WaktuSering telat deadline akan menurunkan kepercayaan klien. Manajemen waktu yang baik sangat diperlukan supaya deadline tetap terpenuhi tanpa mengganggu tugas kantor.
  • ✕
    Tidak Berani Menetapkan HargaWalau masih pemula, tetap punya patokan harga. Jangan memasang tarif terlalu rendah karena setiap proses menulis yang kamu lalui patut dihargai.

Kesimpulan

Menjadi content writer sambil kerja kantoran tidak harus dimulai dengan buru-buru mencari klien, mengejar penghasilan tambahan, atau langsung memikirkan kapan harus resign. Kalau kamu masih di tahap penasaran, beri dirimu kesempatan untuk mencoba dulu secara bertahap: cek aturan kantor, hitung waktu secara realistis, lalu bangun skill dan portofolio sedikit demi sedikit.

Kalau kamu masih bingung mempelajari semuanya sendirian, kamu bisa belajar lebih terarah melalui Digital Writer Career Program dari Ruang Penulis, tempat saya sendiri dulu belajar dan sekarang jadi salah satu alumninya. Kamu akan dibersamai mentor berpengalaman yang bisa menjadi teman belajar sambil mulai mempraktikkan skill yang sedang kamu bangun.

Digital Writer Career Program

Mau Serius Jadi Content Writer, Nggak Cuma Sampingan?

Kalau kamu karyawan kantoran yang mau membangun karier content writing dari sekarang, Digital Writer Career Program membimbing kamu dari fondasi menulis, SEO, sampai cara mendapatkan klien pertama — sambil tetap fokus kerja kantor.

Lihat Paket & Harga
Foto Helma Aulia

Ditulis oleh

Helma Aulia
SEO Content Writer

Helma Aulia adalah SEO content writer yang sudah 3 tahun berkecimpung di dunia digital writer dan merupakan alumni Digital Writer Career Program dari Ruang Penulis. Selama perjalanan ini, karya-karyanya sudah dipercaya dan dimuat di berbagai platform artikel online. Ia juga aktif menulis di personal blog.

Scroll to Top